Jakarta_Kspsinews,- Perayaan Natal Nasional Tahun 2022 Umat Kristiani di Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia berlangsung sederhana dan penuh hikmat bertempat di Ruang Rapat Tri Dharma, Gedung A Kemnaker RI, pada Jumat, (20/01/2023). Natal yang dilaksanakan secara hybrid (offline dan online) mengambil tema “Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan” dengan subtema “Melalui Perayaan Natal Kita Tingkatkan Soliditas dan Kolaborasi Dalam Pelayanan Publik Di Bidang Ketenagakerjaan”.
Pendeta Calvin Bangun dalam kotbah Natal menegaskan bahwa Natal ini mengingatkan kembali iman orang Kristen sebagai orang “asing” di dunia, yang berbeda dan dikhususkan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari termasuk dalam melakukan tugas-tugas di Kementrian Ketenagakerjaan untuk melakukan pelayanan publik. Orang-orang Kristen di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan harus mampu menunjukkan rasa kasih yang diteladankan Kristus, melalui kasih persaudaraan sehingga meningkatkan soliditas dan kolaborasi untuk melakukan tugas pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab yang diembankan pada kementrian ketenagakerjaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Dr. Sunardi Manampar Sinaga,S.STP,MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Natal kali ini diharapkan untuk membangkitkan kembali makna Natal dalam setiap pribadi seluruh pegawai umat Kristiani, bahwa oleh karena Kasih Allah yang sangat besar untuk menebus dosa manusia dengan membuktikannya melalui Natal, Kristus lahir di dalam dunia sehingga setiap pribadi yang percaya kepadaNya boleh pengampunan dosa keselamatan kekal.
Sunardi juga mengharapkan melalui tema dan subtema Natal tercipta sebuah sinergitas dan soliditas seluruh pegawai kementrian ketenagakerjaan dimasing-masing unit yang ada, baik di pusat maupun di daerah, termasuk dengan para stakeholder untuk dapat menjalin hubungan yang baik di dalam menyelenggarakan roda pemerintahan khususnya upaya bersama dalam peningkatan pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan. Selain itu Natal juga bertujuan mengajak umat Kristiani di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan untuk dapat menumbuhkan iman kepada Tuhan, sehingga menjadi insan yang teguh di dalam iman berperilaku benar sesuai dengan Firman Tuhan khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas serta pekerjaan di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan. Melalui Natal diharapkan mempererat hubungan kasih kepada sesama umat di lingkungan ketenagakerjaan dan berusaha menjadi contoh yang baik dalam kehidupan sosial dan mempererat hubungan kasih kepada sesama, solidaritas antar umat beragama baik di lingkungan kementrian ketenagakerjaan dan juga para stakeholder sehingga hubungan persaudaraan sesama umat manusia dapat terjalin dengan baik.
Perayaan Natal Kementrian Ketenagakerjaan ini dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Dr. Ida Fauziyah,M.Si, Wakil Mentri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, dan Jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementrian Ketenagakerjaan, Para Pensiunan Kementrian Ketenagakerjaan, Perwakilan Buruh dan Pekerja diantaranya Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Arnod Sihite bersama Dalton Munthe dan Royanto Purba.
Ida Fauziyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada upaya yang dilakukan oleh Pembina dan pengurus BABINROHKRIS KETENAGAKERJAAN atas terlaksananya Perayaan Natal ini dan menjelaskan bahwa Perayaan Natal di Kementrian Ketenagakerjaan merupakan salah satu upaya pembinaan iman umat Kristiani di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan.
Mentri Ida Fauziyah juga mengharapkan optimisme dalam menjalani tahun 2023 yang menurut ramalan Lembaga Keuangan Nasional mengatakan bahwa dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Perayaan Natal harus memberikan rasa optimisme dalam menyambut tahun baru dengan semangat baru dan jiwa-jiwa yang mulia dan hati yang dipenuhi rasa cinta pada pengabdian bagi bangsa dan negara.
“Meskipun tahun 2023 tidak kalah sulitnya dibandingkan tahun 2020 hingga 2022 akibat adanya krisis global, tapi dengan keyakinan dan semangat pengabdian, saya percaya bahwa kita bisa menghadapi tahun 2023. Kalau kita bisa melampaui tahun 2020, 2021 dan 2022 maka sebagai umat yang beragama disamping kita melakukan ikhtiar, kita menyandarkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang selalu punya segala-galanya, saya yakin kita bisa melampaui tahun ini dengan semangat optimisme kita bisa melampauinya” tandas Ida.
Ida Fauziyah menambahkan : “Sinergitas dari seluruh umat sangat diharapkan , bukan saja dengan sesama umat Kristiani, tetapi juga mau bersinergi dengan semua umat yang ada di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan, teman-teman yang beragama Islam, Budha, dan Hindu mari kita bersinergi tidak hanya bersinergi di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan saja, tetapi bersinergi dengan semua stakeholder terkait dengan ketenagakerjaan, pengusaha, pekerja, dan antar umat beragama, saya optimis kita bisa melampaui kesulitan yang kita hadapi.”
Kementrian Ketenagakerjaan optimis melalui perayaan Natal, umat kristiani di lingkungan Kementrian Ketenagakerjaan menyadari keberadaannya dalam mengemban tugas dan tanggungjawab pelayanan dibidang ketenagakerjaan sebagai kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, yang menempatkan dirinya dalam melayani masyarakat para pekerja maupun pengusaha, dengan mengerahkan segala potensi dan talenta terutama mewujudkan program Sembilan Lompatan Ketenagakerjaan.
Lebih lanjut Ida Fauziyah menyampaikan:“ Perlu diketahui bahwa perubahan dibidang ketenagakerjaan begitu cepat berubah dan dinamis. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan diantaranya; bagaimana membangun hubungan industrial yang harmonis, melakukan terobosan-terobosan dalam menghadapi dinamika pekerjaan, dan meyakinkan semua stakeholder bahwa undang-undang cipta kerja yang disempurnakan dengan Perppu adalah untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat kita. Tuntutan masyarakat, masyarakat industri khususnya, terhadap pemerintah dibidang ketenagakerjaan terutama dalam hal regulasi kebijakan harus dicermati dan diikuti , termasuk aspirasi yang kuat dari keinginan para pekerja. Kita harus bisa mendengarkan semua stakeholder ketenagakerjaan, kita harus bisa menjadi penengah dan menjembatani kepentingan pengusaha dan pekerja”
“Saya mengajak, mari kita teguhkan kembali semangat melayani dan bekerja demi kejayaan bangsa dan negara yang dilandasi iman percaya kepada Tuhan. Berharap agar pembinaan kerohanian umat Kristiani di lingkungan ketenagakerjaan bisa terus dilakukan dengan semangat oleh BABINROHKRIS melalui komunikasi yang baik agar terwujud saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Keberagaman itu kita jaga dengan baik tanpa adanya diskriminatif di kementrian ketenagakerjaan” ungkap Ida Fauziyah dalam menutup kata sambutan.
Pada Perayaan Natal secara simbolis disampaikan Tali Kasih Kementrian Ketenagakerjaan yang disampaikan oleh Mentri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah didampingi Wakil Mentri Afriansyah Noor kepada Yayasan Benih Kebajikan Nusantara Alhasyim , Yayasan Tri Asih, dan Hurin in Study Center Jatibunder VII Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.